Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Kado Kecilku...

Kado Kecilku Bermisteri Oleh : Azzura Ayzhie Pernahkah kalian merasa ketika sudah terjun di dalamnya kalian lebih banyak mendapatkan kebaikan? Itulah Dunia ODOP. Banyak kejadian atau pengalaman yang tentunya ada kejutan di setiap harinya. Membayangkan sesuatu yang belum pernah di lakukan dan semua itu menjadi nyata. Aku tidak pernah membayangkan bagaimana aku bisa membuat kata sebanyak kurang lebih dari 300 karakter, membuat sajak-sajak puisi yang kata-katanya bahkan belum indah bak seorang pujangga, membuat kisah inspirasi yang belum tentu bisa menginspirasi untuk semua orang. Bahkan membuat cerita bersambung-pun itupun tidak tahu jalan ceritanya bisa di layakkan menjadi sebuah cerbung atau tidak. Semua pertarungan pasti ada penyisihan, dan setiap ajang pasti ada babak eliminasi. Entah aku atau tidak yang berada di dalamnya, merasakan kedekatan dengan mereka orang-orang hebatpun aku merasa bahagia. Aku yang berusaha melayakkan diri di antara mereka semua yang la...

Jatuh Cintaku pada Bait Aksara

Oleh : Azzura Ayzhie Ku tenggelamkan bersemunya wajah pada satu pertemuan Tidak akan ku izinkan ia sirna dengan perlahan Dan aku jatuh cinta pada bait-bait aksara Karenanya ia bisa begitu rapih menyembunyikan rasa . . Kau tahu? Ia begitu setia… Tak pernah menjemu bahkan mengeluh Untuk pertama dan terakhir kali ku titipkan rasa Dan kau harus tahu bagaimana aku bisa setia padanya . . Aku tidak begitu ahli dalam memilikimu Namun, irama bait nya begitu kuat mengikatku Dalam setiap tarian penanya ia selalu memikat Pada tiap-tiap hati yang memiliki harapan begitu kuat . . 📝_ AyNote _ ❤ Hari Puisi Internasional, 21 Maret ❤ #haripuisisedunia #happyworldpoetryday  #aksara  #baitsemusim  #catatanharianku

Ceritaku Tentang Berharganya Dirimu..

Mau mendengar ceritaku? Tentang… Seberapa pentingnya dirimu? Oleh : Azzura Ayzhie Aku hidup pada sebuah Negri khayalan. Dimana semua mimpi hanya akan tetap menjadi mimpi dan sebuah kemustahilan jika bisa menjadi nyata. Jika pagi menyambut, aku tidak bisa melihat pancaran sinar mentari yang katanya bisa membakar semangat jiwa-jiwa yang ingin bangkit. Aku hanya bisa merasakan, segar aroma embunnya yang begitu menenangkan. Setidaknya, aku bisa melewati pagi dengan ketenangan ini. Kemudian, aku merasa ketenanganku terusik. Aku tidak lagi merasakan kesegaran aromanya. Kemana perginya embunku? Aku menunggu dan terus menunggu dengan hati penuh harap. Sampai ketika aku merasa tubuhku terbakar. Begitu panas, bagaikan seperti sedang di sengat api. Namun, aku hanya bisa menangis. Setidaknya, air mataku bisa menjadi kesejukan ku. Dan lama kelamaan aku merasakan sesuatu yang bisa meredam panas yang tadi menggelayati sekujur tubuh. Aku merasa seperti sedang meneduh pada sebuah po...

Simphony Cinta

Simphony Cinta Oleh : Azzura Ayzhie Pada bayang senja ku tuturkan sebuah nama. Agar ku gantungkan pada kokohnya langit do’a. Dan menenggelamkan semua keinginan nafsu semata. Desiran ombak begitu cepat menghanyutkan semua. Berhasil menghempaskan siluet harapan pada sudut hati. Namun, kita saling bercerita bukan? Kita saling berbicara pada cerita yang pernah ada. Kemudian, kita terjemahkan dalam simpul do’a. Menjadi simphony cerita dalam satu Cinta. Ya. Itu adalah aku yang selalu asyik membicarakanmu. PadaNya… Tidakkah kau bertanya? Jika benar adanya, mengapa semua begitu sunyi? Izinkan aku menjawab. Jika Cinta itu bisa berbicara Bisa di pastikan telingamu akan lelah mendengarnya Karenanya, Cinta yang ku punya hanya bisa berbisik Berbisik kepadaNya agar mengusik hati yang selalu di puja dalam do’a _ Aynote _

Bumi Syam itu Milik Kami.!

BUMI SYAM ITU MILIK KAMI.! oleh : Azzura Ayzhie Hentakan bom menggema di telinga Meluluh lantahkan tanah Bumi Syam Rudal zionis nya merenggut jiwa Bersimpuhkan darah dan do’a Tapi tidak dengan keimanan mereka Dalam isak tangisnya masih terlisankan Allah Meminta kekuatan iman dan istiqamah Karena mereka yakin ada Jannah setelahnya Tangisan pecah bayi yang tak berdosa Jeritan mereka menggema dalam gua Mengharap kan keselamatan nyawa Atau pasrah dengan syahid di jalanNya Lain halnya dengan anak kecil yang berlari Bukan lagi mencari sesuap nasi Tapi mencari umi dan abi Adakah mereka masih di sisi? Harapan mereka telah pupus La’natullah  telah merenggut kemuliaan Syam Hingga mereka terlelap dalam ancaman Sedangkan sejengkal pun tak ada kata aman Para biadab yang tak punya nurani Hati yang terkunci seolah-olah mati Otaknya di penuhi hal-hal yang keji Hanya kepuasan batin yang di cari Ada rasa bangga dalam diri mereka Men...

Ketetapan abstrak yang bermuara

Ketetapan abstrak yang bermuara Oleh : Azzura Ayzhie Gemuruh rasa hampir selalu mengusik setiap malam-malam panjangku. Mendekap semua keinginan yang tertunda sesaat. Semua terlihat jelas bagaimana aku melihat sebuah siluet nyata pada bayang-bayang mimpi. Berusaha untuk menarikku kembali. Pernah sempat memberontak. Mata kuat memejam pada objek yang tak ingin ku lihat. Berusaha mengiramakan bait-bait yang tak teratur pada posisinya. Pasangan kata yang berusaha lari dari pikiran. Semuanya berantakan. Ku tau, semua bisa ku rasa. Ada rindu yang harus di terjemahkan. Semua masih berbentuk simpul-simpul pertanyaan tak berujung. Sebisa mungkin dikatakan kasus rumit yang belum terpecahkan. Aku yang menepis semua dengan hati-hati. Sama halnya ketika ia muncul dengan perlahan. Semua tak bisa ku artikan. Namun keteguhan hatiku tetap ingin mengungguli dirinya. Tegar dalam sebuah bayang-bayang rindu. Sebuah senyum simpul tiba-tiba terbesit begitu saja. Bagaimana bisa hati ini mem...

InsyaaAllah bisa...

CERBUNG PART 10 InsyaaAllah, aku akan tetap Istiqamah dan berusaha agar hidupku tidak jauh dari Al-Qur’an. Nah, selain proses dalam menghafal Al-Qur’an menjadi hal yang berkesan, ada satu kejadian pertama kali dalam hidupku yang kalau dibayangkan, lucu juga sih.. Ceritain gak yaa.. Sebenernya sih, gue gak mau cerita, tapi berhubung ceritanya baru nyampe episode 9, terpaksa dah mau gak mau gue ceritain biar jadi lengkap 10 episode.. Hadoh.. :D Jadi gini… yang tadi gak jadi di ceritain ya. Ganti topic.. Apa yaa.. :p Banyak harapan-harapan yang tentunya harus menjadi nyata ketika sudah lulus dari Pondok. Lebih terpentingnya yaitu mengabdi pada Ummat.. Aku takut jika ditanya oleh Allah : “Akan kemana Ilmu yang sudah kau pelajari? “ Ya, setidaknya mengajarkan kepada yang lain semoga termasuk amal jariyah dan berkah.. Aamiin.. Mulai pertempuran kembali pada dunia luar. Dan masih terasa.. “ Gue sadar. Masih banyak hal-hal yang harus gue pelajari. Gue gak boleh nyerah...

Tapi susah :(

CERBUNG PART 9 Oke, lupakan… Semenjak kejadian itu, aku jadi mengenal banyak karakter dan tahu bagaimana harus menghadapinya. Itu pelajaran berupa pengalaman yang bahkan tidak didapati dalam bangku sekolah sekalipun. Karena kami seharian bertemu dan berinteraksi. Aku mulai mengenal Ustadz dan Ustadzah, dan yang lainnya… Hari-hari seperti biasa ku jalani. Mungkin pada awal agak sedikit tak terbiasa karena memang berbeda 180 derajat dari kehidupanku sebelumnya. Tapi lama-kelamaan ya harus terbiasa. Karena, mau bagaimana lagi. Semua harus di jalani dengan ikhlas. Aku yang orang pertama kali lihat terkesan dengan sebutan muka jutek. Ya, aku akui itu. Tapi semua berkata heran setelah mereka dekat dan mengenal sifat aku aslinya. Ramah dan menyenangkan. Kira-kira begitulah.. Kalau udah deket, pasti lo nyaman deh.. :D Singkat cerita usiaku sudah menginjak SMA.. Keinginanku untuk masuk Pondok Pesantren akhirnya terkabulkan juga. Disitulah proses panjang perjuangan menghafal ...

Pedekate dulu lah..

CERBUNG PART 8 “ Eh, lu yakin mau masuk Ponpes? “ Celetuk temanku pada saat itu. “ Hmm.. Iya. Pengen gitu, ngerasain seperti apa lingkungan pondok.. “ Tuturku sembari senyum dan tentunya ada harapan baik di balik senyum itu. Alhasil dari usahaku mencari-cari info, ada kabar dari teman Ibu bahwa ada Pondok di daerah Banten yang sekarang masih menerima pendaftaran. Entah kenapa Ibu langsung meng-iyakan. Selang keputusan itu, esoknya langsung berangkat tanpa banyak pertimbangan, tidak survey, dan sesampainya disana aku sendiri dan langsung ditinggal. Macam anak nelangsa. Tidak punya teman, tidak berbaur dengan yang lain. Karena diriku pribadi lebih suka menyendiri. Tapi, kalau dalam keadaan seperti itu sih, aku bosan juga. Beruntungnya, aku mengenal sosok teman yang baik. Ia baru ku kenal tapi entah aku langsung mengajaknya keluar Pondok sembari jalan-jalan dan menikmati pemandangan baru pada sore itu. Pondok masih bebas saat itu. Kami berjalan pada satu warung di dekat P...

Idaman bangeett

CERBUNG PART 7 Kebetulan setelah kunjungan kami ke Majalengka, ada satu agenda di mana hal itu menjadi sejarah pertama dalam hidupku. Yaitu berkunjungnya kami ke Pondok Pesantren di daerah Kuningan. Jarak antara Kuningan dan Majalengka cukup lumayan jauh, namun tak terasa jika sepanjang perjalanan di selingi tawa candaaan. “ Kita mau kemana, Bu? “ Tanyaku karena sebelumnya belum di beri tahu. “ Ke Ponpes Husnul Khatimah. Nengokin Teh Atin.. “ “ Oooohh…” Hanya itu saja yang bisa ku jawab sambil membayangkan. “ Ke Ponpes? Asyiikk… Gue bisa ngeliat dong gimana keadaan Pondok-pondok pada umumnya. Sekalian survey kali, yaa.. Biar gak kaget aja gituh.. “ Batinku terus berbicara. Saking lelahnya memikirkan hal itu, aku sampai tertidur sepanjang jalannya. Tak terasa sudah sampai maghrib. Dan… “ Syyutt.. Bangun bangun… Udah nyampe.. “ Ibu membangunkanku. Aku mengerjap-ngerjapkan kedua mataku sembari menerka-nerka bayangan apa yang akan timbul setelah ini. Peman...

Ciiiee.. Khitbah..

CERBUNG PART 6 “ Gua pengen ngerasain hidup di pondok, pengen ngerasain gimana belajar dalam tentang agama, pengen punya temen-temen yang pinter dan sholeh, pengen belajar hidup jauh dari orang tua, dan bla bla bla.. “ Fikiranku terus menerawang akan keputusanku pada saat bimbang tengah menimpa. Tentu saja tidak hanya bimbang belaka. Ada usaha untuk bisa memperjelas situasi itu semua. Kemudian aku berusaha mengongsikannya pada Dia, tempat dimana aku mengadu atas semua cerita. Istikharah yang kulakukan dalam beberapa malam berturut-turut memberikanku sebuah jawaban. Entah itu pada mimpi atau sebuah kemantapan hati atas keputusanku saat ini. Awalnya memang tidak ada yang mendukung untuk itu, namun semua berusaha ku yakinkan. InsyaaAllah niat baik tak akan timbul sebuah keburukan. Lagi pula, tidak ada salahnya jika kita mau berusaha berubah pada keadaan yang lebih baik lagi, kan? Mungkin tidak sepenuhnya juga, jika kita sudah berada dalam lingkungan Pondok Pesantr...

Pernah culun

CERBUNG PART 5 Pertama-tama ku ucap Ta’awudz dan Basmalah selanjutnya kepada isi Surat An-Naba. Terus ku lantunkan seraya menutup mata agar terasa lebih santai dan tentunya menghindari sorotan mata. Sampailah pada akhir ayat dan selesai. Pak Guru pun memberikan sebuah kata-kata yang aku agak sedikit lupa karena sudah lama sekali. Yang masih aku ingat, setelah itu aku diberi sejumlah uang yang lumayan besar., ( Yang di ingetnya uang doang ) Hehe… Maklum,, waktu se-usia itu memegang uang dalam jumlah yang lumayan ya cukup membuatku senang.. Beliau memang guru terfavoritku. Selain karena beliau orang yang ramah dan baik hati, pelajaran beliau sangat menyenangkan ditambah terkadang ada sesi humor di tengah-tengah pelajaran. Meskipun begitu, metode pengejaran beliau membuat pelajaran mudah difahami. Dan entah kenapa sampai ketika MTS ini, aku masih menyukai pelajaran pada bidang-bidang Agama. Tak ketinggalan pelajaran Bahasa Inggris juga sangat ku gemari. Hampir semua pe...

Ruang horror yang mengagumkan

CERBUNG PART 4 Jawaban tadi terus mengiang-ngiang di otakku. Sampai pada waktu berjalan dalam proses pembelajaran. Kebetulan ada pelajaran yang di dalamnya dimuat juga kegiatan Tahfidz atau biasa disebut kegiatan menghafal Al-Qur’an. Aku pun sangat tertarik dan begitu antusiasnya dalam menghafal. Entah kenapa ada rasa senang ketika menghafal Al-Qur’an. Sederhana saja, menghafalnya dimulai dari surat-surat pendek di juz 30. Namun tidak hanya dihafal, tapi juga harus benar-benar memperhatikan Tajwidnya. Tidak sia-sia perjuanganku, nilai Tahfidzku juga lumayan bagus untuk predikat Mumtaz dan Jayyid Jiddan. Dalam hati senang sekali bisa setoran surat seperti ini. Dari situ juga sebagian guru memberikan perhatian lebih kepadaku. Terlebih ketika aku sedang belajar, tiba-tiba aku mendapat panggilan dari seorang Guru yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah. Seketika aku terkejut. “ Kenapa harus aku aja yang di panggil? Yang lainnya kenapa enggak? “ Tanyaku dalam hati. Sesampai...

Lagi flashback ceritanya..

CERBUNG PART 3 Masa- masa kecil yang di penuhi dengan warna. Ada kisah canda tawa dan haru bercampur rindu. Ingin rasanya kembali lagi menjadi seperti anak kecil.. Teringat ketika aku masih duduk di kelas 1 SD, Ibuku menunggu sekolah sampai bel menandakan pulang. Semua siswa-siswa kecil dengan otomatisnya mereka bersiap merapikan buku-buku untuk dimasukkan kembali ke dalam tasnya. Dan satu persatu dari mereka mencari Ibunya, termasuk aku. “ Ibuuu.. “… Aku yang setengah berteriak waktu itu karena sempat ingin menangis ketika tak menemukan sosok Ibu yang menjemput. Tapi, akhirnya ku dapati Ibu yang setia menunggu dengan senyumannya yang tulus. Lalu Ibu menggenggam kedua tangan mungilku sampai akhirnya tiba di rumah. Memang, kasih sayang Ibu tidak ada duanya sampai ketika sudah dewasa nanti. Kemudian sampailah pada usia 12 tahun. Dari sana akupun melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyyah atau yang biasa disebut dengan Sekolah Menengah Pertama, masih di kawasan...

Kejam sih emang...

CERBUNG PART 2 Suatu kisah, aku yang dulu hobinya duduk di belakang barisan bangku. Entah kenapa, suka sekali berada di pojokan. Tidak terlalu memojok. Lebih tepat jika berada satu bangku di depan setelahnya. Dan kebetulan, teman satu bangku ku sakit pada waktu itu. Alhasil sebelah kosong. Bisa bebas deh duduk dua bangku. Aku merasa merdeka. Aku yang sedang asyik menulis.. Tiba-tiba… Ada seorang laki-laki yang menghampiriku dan sesaat duduk di sebelahku. Aku yang tidak terbiasa bergaul dengan laki-laki, refleks memarahinya dan berkata : “ Ngapain sih lu duduk sini? Di depan kan kosong noh masih banyak bangku. Malah ke belakang lagi.. “ Entah kenapa aku kesal. “ Numpang bentar doang sih. Aelah.. “ Jawabnya sambil tak menghiraukan ekspresiku. “ Buukk ! “ Sontak aku langsung menonjok pada bagian perutnya. “ Aaaww!! … Gilaa.. Sakit bener… “ Rupanya dia terlihat sangat kesakitan. Itu artinya, tonjokanku sudah mencapai tingkat selevel Mike Tyson. “ Astaghfi...