Pedekate dulu lah..
CERBUNG PART 8
“ Eh, lu yakin mau masuk Ponpes? “ Celetuk temanku
pada saat itu.
“ Hmm.. Iya. Pengen gitu, ngerasain seperti apa
lingkungan pondok.. “ Tuturku sembari senyum dan tentunya ada harapan baik di
balik senyum itu.
Alhasil dari usahaku mencari-cari info, ada kabar
dari teman Ibu bahwa ada Pondok di daerah Banten yang sekarang masih menerima
pendaftaran. Entah kenapa Ibu langsung meng-iyakan. Selang keputusan itu,
esoknya langsung berangkat tanpa banyak pertimbangan, tidak survey, dan sesampainya
disana aku sendiri dan langsung ditinggal. Macam
anak nelangsa.
Tidak punya teman, tidak berbaur dengan yang lain.
Karena diriku pribadi lebih suka menyendiri. Tapi, kalau dalam keadaan seperti
itu sih, aku bosan juga.
Beruntungnya, aku mengenal sosok teman yang baik. Ia
baru ku kenal tapi entah aku langsung mengajaknya keluar Pondok sembari
jalan-jalan dan menikmati pemandangan baru pada sore itu. Pondok masih bebas
saat itu. Kami berjalan pada satu warung di dekat Pondok dan aku mentraktirnya.
( Lagi baik )
Kami bercerita banyak tentang masing-masing. Yaa,, hitung-hitung PeDeKaTe lah..
Dan entah kenapa aku merasa nyaman dengannya.
Padahal baru ku kenal. Alhasil, awal perkenalan kami berbuah persahabatan
sampai pada tahun ke-4 kami mengabdi. Kami selalu bersama dalam tahun-tahun
pertama menjadi anak baru. Waw.. Sahabat
fillah.. Rasanya itu nano-nano, senang, lucu, kecewa, kebanyakan sedih.
Tapi itu semua latihan uji mental supaya bisa menjadi pribadi yang lebih
tangguh kedepannya. Dan ku yakin, ini semua memang sudah ketentusan Allah.
Awal aku menjadi anak baru, semua anak asrama sebelumnya
mencoba mendekati agar kita tidak merasa canggung. Mereka menceritakan
kisah-kisah lucu agar kami tertawa. Aku masih belum terbiasa dengan logat
Banten mereka. Sesekali ku tertawa bukan karena cerita, tapi karena logatnya.
Dan selanjutnya setelah itu, akhirnya lama-lama aku bisa beradaptasi dengan
mereka.
Ada banyak kisah lucu disana. Mungkin dulu aku
termasuk pernah dijauhi dalam jangka lama hanya karena masalah Cinta. Bukan aku
yang mengalami Cinta, tapi mereka. Ada beberapa ikhwan yang mengirimku puisi,
gantungan, dan lain lain. Aku pribadi bukan sombong, tapi memang benar-benar
tidak tertarik. :D
Dan entah
kenapa hal itu tersebar sampai se-antero Pondok. Terdengarlah sampai ke
telinga-telinga santri. Kemudian tiba-tiba dimusuhi. Lucu sekali. Ada lagi beberapa
adik kelas mengirimku surat ingin menjadi adik-kk an di Pondok. Haha.. Entah
aku punya kekuatan magic apa.. : D
Komentar