Ketetapan abstrak yang bermuara
Ketetapan abstrak yang bermuara
Oleh : Azzura Ayzhie
Gemuruh rasa hampir selalu mengusik setiap malam-malam
panjangku. Mendekap semua keinginan yang tertunda sesaat. Semua terlihat jelas
bagaimana aku melihat sebuah siluet nyata pada bayang-bayang mimpi. Berusaha
untuk menarikku kembali.
Pernah sempat memberontak. Mata kuat memejam pada objek yang
tak ingin ku lihat. Berusaha mengiramakan bait-bait yang tak teratur pada
posisinya. Pasangan kata yang berusaha lari dari pikiran. Semuanya berantakan.
Ku tau, semua bisa ku rasa. Ada rindu yang harus di
terjemahkan. Semua masih berbentuk simpul-simpul pertanyaan tak berujung.
Sebisa mungkin dikatakan kasus rumit yang belum terpecahkan.
Aku yang menepis semua dengan hati-hati. Sama halnya ketika
ia muncul dengan perlahan. Semua tak bisa ku artikan. Namun keteguhan hatiku
tetap ingin mengungguli dirinya. Tegar dalam sebuah bayang-bayang rindu.
Sebuah senyum simpul tiba-tiba terbesit begitu saja.
Bagaimana bisa hati ini mempercayai semua hal yang timbul ke permukaan. Dengan
sehalus mungkin ku mulai menghamparkan pengharapan pada Sang Pujaan.
Seketika baru ada kesadaran untuk menepis semua. Dengan
kuat, tak terbantahkan. Aku percaya bahwa semua akan pasti berjalan sesuai
dengan kebaikanNya. Berusaha menerjemahkan rindu melalui butiran do’a. Dan tak
ingin juga lama-lama tenggelam dalam do’a yang mengikuti keinginan semata.
Cahaya malam yang begitu jatuh membuat keadaan semakin
rindang. Tak ingin ku beranjak dari semua keajaiban. Menikmati setiap putaran
waktu dengan aliran air yang begitu tenang, sentuhan halus angin yang
menenangkan, dan semesta biru mendukung ku untuk itu.
Ku kembali pada sebuah terjemah nyata saat ini. Meninggalkan
bias bayangan cermin yang ada. Aku kembali, sekali lagi. Dengan diri yang lebih
kuat dari perkiraan waktu. Ya, aku bisa mengendalikan semua putarannya dengan
lebih bijak lagi.
_ AyNote _
Komentar