Dia, Cahaya Kemuliaan itu...

Dia, Cahaya Kemuliaan itu…

: Azzura Ayzhie

 “Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Allaahu Akbar Allaahu Akbar.”
Ya adzan ini, senandung ini. Merdu memekakkan sepertiga pagi sembilan belas tahun lalu.
“Asyhadualla ilaa ha illallaah, Asyhadualla ilaa ha illallaah..”
Seakan mulutku ini berkata, “ Nak hanya Allah yang engkau sembah.” Dia Tuhan, tidak ada tuhan selain Dia. Tidak ada kuasa selain kuasaNya. Tidak ada kehendak, selain kehendak Nya.
“Asyhaduanna Muhammadar Rasulullah, Asyhaduanna Muhammadar Rasulullah..”
Sembab mata ini, seakan mengucap, “Kitalah yang telah tertulis takdir indah sebagai ummat paling mulia, Ummat Rasulullah.

 “Hayya ‘ala Shalaah, Hayya ‘ala Shalaah,,”
Gadis kecil di tangan ini mendapatkan pesan bahwa hidupnya adalah untuk melaksanakan tugasNya. Tugas menghadap padaNya. Ya, pada Dia pemilik keindahan abadi. Di tanganNya semua berada, yang memiliki kasih sayang tanpa batas zaman.
“Hayya ‘alal Falah, Hayya ‘alal Falah..”
Lanjut bisik mulutku ini kepada gadisku sendiri. Batinku memberitahunya bahwa kitalah Nak yang butuh shalat. Karena kitalah yang butuh kemenangan dari tindasan dunia. Hanya Dia yang di atas segalanya, yang mampu memberikan kita kemenangan.

 Sepertiga pagi itu lain dari sepertiga pagi sebelumnya bagi tanganku yang sedang menggendong. Bahagia di wajah ini tak mampu lagi kusembunyikan. Sumringah bertanda tangis ku tampakkan. Wajah kusam, sisah perjuangan kemarin, terbayar kontan. “ Tak ada pesan untukmu Nak, hanya syukur sepenuhnya teruntuk yang menitipkanmu.” Kataku penuh syukur. “Pak, Alhamdulillah, sudah lahir..”
“ Iya Bu, perempuan.”
Wanita yang kupandang perkasa, terkulai lemas di depan hidungku. “Bu, satu do’a untuknya.”
“ Pak, semoga dia mampu menjaga kehormatan dan selalu menyinari kegelapan.” Wanita depanku mengulurkan tangannya. Lalu menggendong gadisku.

 “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar.” ”Asyhadu allaa ilaaha illallaahh.” “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah..”
“ Hayya ‘ala Shalaah, Hayya “alal Falaah..” “ Qad Qaamati Shalaatu Qad Qaamati Shalaah..”
“ Allaahu Akbar Allaahu Akbar. Laa ilaa ha illallaahh..”
Bisik istriku di telinya kirinya. Lengkap sudah hari itu. Hari dimana babak awal untuk berlari bagi gadisku. Gadis yang kelak kuharap bersinar kehormatannya yang tak terenggut dan terjaga hingga halalnya tiba.

_ AyStory _


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Aswad bin Yazid - Perawi Hadits Ahli Ibadah

InsyaaAllah bisa...

Tapi susah :(