Pencapaian dalam hidup itu haruslah ada
Pencapaian dalam hidup itu haruslah ada.
Oleh :
Azzura Ayzhie
Perjuangan
orang yang sukses tentu tidaklah mudah. Terlebih harus melewati pahit manis dan
senang kejamnya ujian. Halau rintangan seolah menjerumuskan agar selalu
berputus asa kemudian menghentikan perjalanan. Namun, tidak ada kata menyerah
bagi mereka yang mau berusaha. Setiap orang selalu ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena proses pencapaian kesuksesan yang
sebenarnya adalah mereka yang tak mau berhenti sesulit apapun perjalanannya.
Tentang
bagaimana skill ( kemampuan ) yang ada, sebagian orang putus asa dalam hal itu.
Padahal perihal skill hanyalah omong kosong belaka. Secara tak langsung,
kata-kata tersebut bisa menjadi benang merah bagi mereka yang mempunyai
keterbatasan entah pada fisiknya atau pun pada mental skill nya. Namun yang
terpenting adalah pencapaian yang maksimal dari kerja keras tadi. Karena orang
yang bersungguh-sungguh akan lebih unggul daripada mereka yang pintar tapi
tidak mau berusaha sekalipun.
Bukankah itu
adil? Mungkin memang benar, pada konteksnya
“ Orang yang mempunyai skill, hasilnya akan ketimbang jauh lebih baik daripada mereka
yang tidak mempunyai skill sama sekali. “ Namun apa salahnya mencoba? Sekian
banyak orang yang terjebak pada hal itu. Seolah-olah membatasi kemampuan diri
yang hanya bertumpu pada satu titik. Bukankah kesuksesan itu berpihak pada
mereka yang mau berusaha? Roda kehidupan juga berputar, kan?
Terkadang juga
setiap orang tidak tahu-menahu tentang skill apa yang ia punya. Melihat orang
yang sudah sukses dengan kemampuan yang ada, malah membuat dirinya semakin
jatuh. Padahal, Allah sudah memberikan secara adil tanpa terlewatkan sedikitpun
kemampuan diri sendiri bagi setiap hamba-hambaNya.
Disinilah, topik
bersungguh-sungguh kembali menjadi poin
pentingnya. Dituntutnya kita untuk mencari tahu tentang apa saja hal yang
menjadi kemampuan kita. Jika memang benar ingin berhasil, maka ia tidak akan
berhenti belajar. Dan juga jika memang benar ingin maju, maka ia tidak akan diam
di tempat. Secara sederhana saja logika menjawabnya. Karena sesungguhnya, Allah
tidak akan mengubah nasib seorang hamba melainkan kita sendiri yang mengubah
nasib tersebut.
_ AyNote _
Komentar