Karena hidup penuh banyak rasa :v

CERBUNG PART 1

Oleh : Azzura Ayzhie

Bismillah…
Mungkin kisah ini tidak akan dimulai jika tanpa adanya paksaan dari pihak One Day One Post.. :D

Diberi tugas berupa membuat cerpen dan hal itu membuat aku pribadi pusing 7 hari 7 malam mau menuliskan apa. Well, jujur nih.. Sempat nulis beberapa cerita karangan dan tiba-tiba buntu di tengah jalan. Menulis kembali dengan judul dan jalan cerita yang baru, tapi kemudian, keesokan harinya lupa cerita apa yang akan menjadi sambungannya. Akhirnya, harapan terakhir.. Nulis cerita  /kisah hidup sendiri, deh..

Tak apa yaa.. Jangan lupa dibaca dan berikan kritik serta sarannya.. Terima kasih.. ^^

Sebenarnya, tidak ada yang menarik sih dari kisah hidupku. Hanya saja, aku ingin berbagi kisah dengan yang lain. Entah mau menerima atau tidak, diharapkan dengan senang hati, kisahku ini bisa memberikan hiburan dan kebaikan bagi orang banyak…

Aku yang merupakan gadis bungsu dari 5 bersaudara. Kelahiran bulan oktober tahun 1998. Beridentitas sebagai seorang Muslim dan lahir di lingkungan yang agamis. Dengan sebab  itu, sedari dini mungkin aku disekolahkan di Madrasah Ibtidaiyyah Negri di kawasan Jakarta. Sekolah yang sangat identik dengan ke-Islamannya dibandingkan dengan Sekolah Dasar pada umumnya. Meski tidak semua, tapi kebanyakan berbeda dari segi pakaian seragam maupun dari segi pelajaran yang mencakup lebih banyak di bidang agama.

Hal yang patut disyukuri sampai saat ini karena pada masa kecil itulah, proses tingkah laku kita mulai dibentuk. Dan Alhamdulillah, karena sejak kecil sudah dibiasakan berhijab, maka akan terbiasa juga sampai ketika dewasa nanti.

Bukan hanya itu. Aku juga sangat menyukai pelajaran yang ber-bau Agama. Seperti Bahasa Arab, Al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam dan yang lainnya. Itulah untungnya bersekolah dini di lingkungan yang mendukung nilai moral pendidikan ke-Islamannya.

Pada zaman SD dulu, yang biasa ku ingat hanyalah belajar, bermain dan jajan.

Teringat ketika dulu. Aku yang masih kecil sehingga wajar jika dikatakan polos pada untuk anak se-usia ku.

Suatu dikelas.. Aku mendengar berita dari mulut ke mulut bahwa kelas akan diliburkan.

Reaksi otomatis yang timbul saat itu adalah : “ Yes.. Besok libuurr.. Besok liburr.. “

Tanpa mempertanyakan keaslian berita tersebut.

Kemudian pagi harinya seperti biasa, seusai Shalat Shubuh, Ibu mengingatkanku untuk segera bersiap-siap sekolah..

“ Sekolah kan? Siap-siap gih, nanti terlambat..” Seru Ibu memperingati.

Dengan santainya aku menjawab.. “ Orang libur kok sekolahnya.. “

Seakan Ibuku tak percaya.

Kemudian bertanya lagi.. “ Masa sih? Emang ada tanggal merah apa? “

“ Gak tau, tuh.. Mungkin hari kejepit. “ Jawabku polos.

Hari itu serasa bisa bebas bermain seharian tanpa belajar. Sampai siang tiba, sepertinya aku melihat seorang teman sekelasku baru saja tiba pulang sekolah.

“ Hah? Bukanya libur ya?..” Aku bertanya sendiri dengan herannya.

Kemudian aku berkunjung ke rumahnya untuk bertanya dan memastikan perihal tentang hari yang kataku “ memang sedang libur..”

“ Sa, bukanya sekarang libur ya? Ko masuk, sih? “

“ Lah, kata siapa libur..? Masuk lah.. “

“ Oh iya. Tadi ditanya kenapa gak masuk.. “ Sambungnya.

“ Hah,, terus-terus gimana? “ Panik mulai menyerang pikiranku.

“ Yaa.. Gak tau. Soalnya kan emang gak ada keterangan.. “ Jawabnya santai.

“ Aduh.. Di alpa dah nih.. “

Dan, aku pasrah setelahnya..

Peristiwa itu selalu terkenang sampai aku sebesar ini..

“ Makanya Zah, nanya dulu kalo ada berita gak jelas tuh.. “ Batinku.

Dan.. hal itu, sampai kapanpun tidak akan ku ulangi lagi. Memalukan !

Meski aku terbilang lugu pada saat itu, ada satu teman yang mengatakan aku adalah orang yang galak. Lebih tepatnya sih kejam..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Aswad bin Yazid - Perawi Hadits Ahli Ibadah

InsyaaAllah bisa...

Tapi susah :(