The Dream is You

The Dream is You

Oleh : Azzura Ayzhie

Aku yang tak bosan menceritakannya dalam goresan pena. Tidak begitu terangkai indah, sederhana saja. Biarlah terus seperti ini, sampai aku bisa melihatnya dalam nyata.  Semua dimulai dari yang ku lihat. Ia begitu mempesona lebih daripada yang ku bayangkan. Garis senyumnya begitu terekam jelas dalam ingatan. Dan bagaimana bisa ia menghipnotisku dengan itu. Rahang tegasnya memperlihatkan ketegasan seorang pria. Akhlaknya yang begitu mempesona. Dan tentu saja, aku yang selalu kagum dengan kecerdasannya. Nyaris sempurna.

Boleh tidak aku berterima kasih pada malam? Karena di tengah kegundahan, ia memberikan sebuah keindahan. Akupun tak menyangka, bisa bertemu dengannya pada malam itu. Jika boleh aku meminta, agar Allah berkenan mempertemukanku dengannya kembali. Untuk ku katakan bahwa aku mengaguminya. Agar hati ini tidak selalu risau, selalu terasa gundah bila tak disampaikan.

Genggaman tangan yang begitu nyaman. Bersandarnya hati pada sebuah bidang yang kuat. Ku rasa, aku tidak bisa begitu sempurna menceritakannya, karena terlalu indah untuk bisa ku lukiskan. Namun bagaimanapun, aku tak boleh salah jalan. Tak boleh mengaguminya terlalu dalam. Karena aku khawatir rasa yang timbul bila tidak dijaga dengan penuh kehati-hatian maka syaitan akan punya kesempatan. Aku harus menjaganya sebagaimana rasa yang timbul itu adalah fitrah. Menjaga hati jikalau akhirnya harus timbul kekecewaan.

Sebenarnya, aku bisu dalam hal ini. Jangankan berkata, menyimpan dalam diam saja sudah cukup bagiku. Membayangkan jika akhirnya tidak bersanding denganmu, tak apa. Karena dari awal pun aku sudah mempersiapkan hati sekuat baja.


_ AyNote _

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Aswad bin Yazid - Perawi Hadits Ahli Ibadah

InsyaaAllah bisa...

Tapi susah :(