Renungan Cinta
Seringkali
ku bertanya, bagaimana bisa semua terjadi begitu saja? 2 pasang mata yang memandangnya
saja aku tak sanggup. Apalagi mendengar helaan nafasnya yang begitu bergemuruh
dalam dada? Aku yang selalu memenjarakannya dalam hati tak terbiasa dengan
situasi ini. Situasi yang lebih tegang ketika harus menyaksikan hati yang lain
terluka.
Ya, aku tau.
Aku tidak ingin begitu terburu-buru dalam menyimpulkan bahwasanya ini adalah
Cinta. Tapi mengapa nyatanya nama dia yang selalu ku sebut dalam untaian rindu
di setiap lirih do’a? Akankah aku berani menyimpulkan ini bukanlah Cinta?
Tapi, aku
yang masih terbilang malu ketika mengatakan Cinta bukan pada yang semestinya.
Sebab, aku pun tak tau dimana segenggam hati yang Allah masih rahasiakan sampai
saat ini. Aku yang berusaha menjaga fitrah Cinta yang pada hakikatnya suci. Itu
saja.
Akupun tak
ingin, jika rasa Cinta ini melebihi rasa Cintaku kepada Rabbku. Sebab, Dia Maha
Pencemburu. Ketika kau selalu mengukir nama makhluk di hatimu sedangkan Dia
Maha Penggenggam Hati semua makhlukNya. Tentu saja. Mengapa kau bisa melupakan
Dia yang Maha Membolak-balikkan Hati semua manusia?
Komentar