Perasaan Jahat
Perasaan Jahat
Oleh :
Azzura Ayzhie
Ingin ku menata rasa yang sudah
terlalu bimbang ini..
Bagaimana aku bisa menghadapinya
sedang dalam keadaaan bungkam?
Dirinya yang ku sebut “ aku “ dalam
kepribadian yang berbeda. Entah harus
berbuat apa padanya. Aku sendiripun kehilangan akal.
Terus menerus memutar otak agar tak
selalu diam dalam perbincangan ramai.
Hal seperti ini memang sulit di
definisikan.
Terlebih lagi ketika aku berusaha merespon orang-orang terdekatku,
mereka terlihat aneh dengan sikap dan gaya bicaraku yang berbeda dari biasanya.
Kalau di bilang untuk bisa menerima,
aku bisa. Tapi, tidak secepat itu.
Ini saja, aku yang terbiasa berbicara
melalui fikiran ku sendiri. Aku terjemahkan melalui tulisan. Dan mungkin masih
ada kata-kata yang belum tersampaikan lewat hati yang masih sangat penasaran.
Entahlah, sulit. Semuanya terlalu
rumit.
Namun ketahuilah, diamku tak berarti
selalu diam. Mata ku masih menerawang pada pengamatan sekitar, berbicara dan
beradu argumen dengan fikiran sendiri. Tiada lawan bicara yang berbentuk
manusia. Hanya sesuatu yang ku sebut-sebut dia dalam diriku yang berbeda.
Ingin selalu diam, mata yang menorot
tajam dengan penuh kebencian, hati yang di rundung ingin merasakan sepi dalam
hanyutnya.
Kemudian terpaan semua mata tertuju
pada satu tumpu dan seakan bertanya-tanya “ Ada apa gerangan ? “
Jiwa-jiwa yang di rundung rasa
penasaran seolah berbisik. Bisikian itu sampai pada telinga dan membentuk satu
lingkaran yang bahkan sampai saat ini aku sendiripun masih mempertanyakan apa jawaban
dari semua.
Kau fikir ini tidak terlalu rumit
bukan? Ya, karena mungkin kau tidak pernah merasakan bagaimana menempatkan
kerumitan itu pada tempatnya.
Jarak antara keraguan dan kehampaan
muncul itu lumayan lama dan membuat keadaan semakin saja genting dari keadaan
canggung.
Pertanyaan yang sama masih muncul di
bawah fikiran alam sadar. Terhanyut semua wajah di ambang kehancuran.
Kecewa dan rasa sakit yang mereka
rasakan, tentu tak bisa ku tanggung sendirian. Sungguh betapa berat semua
penderitaan.
Yang ku inginkan hanyalah keadaan
seperti ini dimana membuat mereka terpaksa untuk mengerti.
_ AyNote _
Komentar