Ngantuk Rupanya

Ngantuk Rupanya…
Oleh : Azzura Ayzhie

Yups…
Kali ini di tantang untuk buat tulisan yang ada unsur lucunya..
Sebenernya sih, ini gak tau lucu atau engga. Tapi ya udah lah ya, daripada gak nulis.. Wkwk

Masa-masa paling indah menurutku sih ketika masa putih biru. Kenapa? Karena mungkin di masa itu, proses pembentukan kita menuju proses dewasa udah terbentuk. Dan juga, dimana masa-masa mulai nya kisah cinta.. Eeaa.. Tapi zaman SMP mah masih labil sih. Jadi jangan di anggap serius lah.. Haha

Huft,, kalau di buat cerita sih yaa panjang banget.. Seingetnya aja deh ya.. Hihihi.

SMP .. Zaman dimana masih keliatan culun-culunnya dan baru sadar pas ngeliat album foto kenangan dulu. Zaman dimana ketika daltop masih keliatan ( sekarang mah pakenya ciput, keliatan juga masih enak diliat. gak tau kalo daltop mah ), zaman ketika gaya foto masih model-model foto KTP ( tegang udah kaya mau di tagih hutang ), zaman ketika dulu sering banget dibilang upin ipin ( lantaran punya sahabat yang kemana-mana selalu berdua ), pokonya zaman yang masih polos-polosnya deh… Hehe

Tapi, ada hikmahnya juga sih.. Kalau kita gak melewati masa-masanya culun, kayanya gak ada yang berkesan gitu di hati ketika semuanya sudah terlewati. Pasti gak ada yang namanya ketawa di atas kekonyolan diri sendiri, mengulang semua kisah haru dan bahagia dan menjamunya menjadi satu kenangan yang terindah ( bukan mantan terindah, ya.. ).

Jadi teringat ketika masa-masa rihlah ( baca : wisata ) ke salah satu puncak di daerah cibubur ( duh, jadi laper ).

Kalau teringat ini, pengennya sih ketawa berdua biar ada yang nemenin. Tapi yaa nasib jomblo mah gimana sih..

Sebenarnya, inti acaranya adalah Mabit ( Malam Bina Iman dan Taqwa ). Kalau judulnya malam, kebayang kan gimana nasib kita di selimuti malam yang mencekam di puncak itu? Tapi tidak sia-sia juga karena malam-malam itu, kita senantiasa di bekali perbekalan Iman dan Taqwa.

Iya sih, dibekali dengan perbekalan Iman yang harus kuat. Dan kamu tau dimana kuatnya?

Ada babak yang paling menyebalkan bernama uji nyali. Dimana semua peserta di bagi-bagi dalam kelompok kecil yang hanya berjumlah 4-5 dari sekian banyak peserta. Yang namanya uji nyali, pasti nyalinya di uji lah. Mau itu peserta teriak-teriak ke, kejang-kejang ke. Yang penting lulus dalam babak ini. Dan tentunya, para panitia yang beranggotakan kaka-kaka senior pasti sudah menyiapkan ancang-ancangnya.

Heuheu… Dalam pos pertama, peserta harus melewati sebuah jalanan yang sangat gelap. Dan kita hanya di perbolehkan untuk hanya membawa bekal berupa senter kecil . Itu baru perjalanan garis start, pos kedua nya berada di semak-semak hutan yang hanya bisa kita lewati melalui jalan yang gelap mencekam tadi. Setiap pos di beri tanda. Dan setiap masing-masing peserta di beri tanda oleh para panitia.

Jangankan ke hutan, di jalan saja kita masih sangat ketakutan.

“ Eh,gua di tengah-tengah dong,, “

“ Ih,, gua aja. Takut banget nih,, “

“ Lah, emang dikira lu doang.. Merinding gua juga.. “

Masing-masing dari kita saling sahut-menyahut untuk mendapatkan posisi aman dari perjalanan ini.

Kemudian dengan sok beraninya, aku menyahut : “ Kalo gini terus mah gak nyampe-nyampe. Udah yuk ah, bismillah aja.. “

“ Bener lu ya. Lu jalan depan duluan. Kita ngikutin.. “ Tantang salah satu temanku.

“ Ehehehe.. Yaa gak gitu juga kali.. “ Nyaliku seketika menciut. Padahal niatnya mah baik agar semuanya berani. Tapi eh, ya sudahlah. Di tantang kaya gitu, jadi mundur lagi.

Setiap pos kami lewati dengan hati-hati sebagaimana peserta lainnya. Karena, ada saja petunjuk yang menjebak sehingga pada akhirnya, peserta malah harus melewati tantangan dari awal ( ngeri banget dah.. ).

Nah, meskipun kelompok kita masing-masing ingin memperjuangkan rasa egonya, tapi tetap saja semua kita lakukan dalam sportivitas bersama. Cimiwiw..

Sebelum sampai pada pos terakhir di pos 6, pada pos 5 kita di beri imbauan berupa “ kode kemenangan “. Dan itu tandanya, tantangan ini akan segera berakhir.. Semoga dicepatkan..

Tiba-tiba ada salah satu kelompok dari peserta lain berteriak di pos 6. “ Wah, sudah ada kelompok lain nih yang sudah mendahului kita..” kata salah satu temanku.

“ Eh tapi dengerin deh, mereka teriak-teriak apaan sih? “

Teriakan itu semakin terdengar aneh.. “ JAKBIR… JAKBIR… JAKBIR… “

Sontak ada suara tawa yang menggema pada pos lain.. ( itu sih antara bingung dan serem, takutnya aja yang ketawa itu makhluk dari alam lain ) Oke.. Akhirnya kita semua semakin penasaran dan bergegas untuk menyelesaikan tantangan ini.

Di pos terakhir, semua peserta berkumpul dan saatnya panitia menjelaskan ada insiden apa yang tadi terjadi. Tapi anehnya, kenapa pada ketawa sih..??

“ Jadi gini temen-temen, sebenarnya kami dari tim panitia juga bingung kenapa ada yang teriak-teriak  JAKBIR. Padahal yang kita tulis sebenarnya adalah TAKBIR 3 KALI…  “

Ooooohhh… Jadi gituuu… Hahaha sontak semua peserta dan tim panitia tertawa.

“Tapi sebabnya kenapa, coba kenapa kalian teriak-teriak JAKBIR ? “ Penjelasan dan pertanyaan dari tim panitia kepada peserta yang membingungkan tadi. Diselingi deraian tawa yang semakin meramaikan suasana.

“ Lu kenapa sih ko teriak JAKBIR ? Haha pe’a banget dah lu.. Kita kan jadi ikut-ikutan “ Ucap salah satu peserta kepada temannya.

“ Lagian, malem-malem begini di suruh baca tulisan di tempat begini. Ya mata gua juga lagi sepet banget nih, ngantuk berat. Itu huruf J nya kaya T juga sih. Kaga mudeng gua, orang yang gua liat tulisannya JAKBIR. Yaudah gua teriak itu. Karena kalian pada ngikut, yaudah tambah kencengin aja teriakannya.. “ Jelasnya sambil tertawa.

Hahaha… Semakin ramai saja derai tawa yang menggema di pos ini. Ternyata harusnya TAKBIR 3 KALI.. Bukan JAKBIR, JAKBIR, JAKBIR.. !

Sekian saja cerita komedi yang receh ini. Entah itu lucu atau tidak, semuanya kembali kepada para pembaca.. Terima kasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca.. Salam Literasi ^^

#tantangan

_ AyStory _

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Aswad bin Yazid - Perawi Hadits Ahli Ibadah

InsyaaAllah bisa...

Tapi susah :(