Malam Bina Iman dan Taqwa
Malam Bina
Iman dan Taqwa
Oleh :
Azzura Ayzhie
Jari-jemari yang selalu ingin menari di atas layar gadget
memberikanku sebuah kesempatan. Ku temukan info yang menarik di sana. Kemudian
terus ku cari tahu tentang semua.
“ Mabit? Wah udah
lama gak ikutan mabit. Kesempatan bagus nih, ada Bang Boim pula.. Hihi.. Pasti
acaranya seru! “ Kataku sembari mengais informasi dengan hati yang masih
sangat penasaran.
Semua segala tentang teknis keberangkatan dibicarakan.
Dan akhirnya, di ujung petang aku dan temanku dengan tujuan yang sama segera
bergegas berangkat. Dengan bawaan tas punggung yang isinya lumayan membuat
remuk badan. Tapi tak membuat semangat padam hanya karena beban.
Perjalanan yang lumayan dekat untuk jarak Jakarta Utara
ke Jakarta Pusat. Bermodalkan kartu Transjakarta yang memudahkan sebagian besar
warga Jakarta untruk beraktivitas. Terkenal macet, tapi Alat Transportasi
Busway ini mempunyai jalur khusus untuk meminimalisir macetnya perjalanan.
Alhasil, sesampainya kita di sana tidak terlambat.
Kemudian sampailah di Masjid Jendral Sudirman. Registrasi
dan berkenalan dengan para peserta lainnya. Hanya sekedar berbincang ringan dan
berbasa basi saja. Tapi, aku tak jago dalam hal itu. Ingin rasanya pergi dari
keramaian suara dan kerumunan manusia. Maklum, aku memang sulit untuk
beradaptasi.
Di awali dengan shalat isya’ berjama’ah. Setelah itu dilanjutkan
dengan sesi materi yang dibawakan oleh host yang kece dan pemateri yang keren.
Tidak lupa juga para peserta ikhwan-akhwat yang darinya memancarkan aura
kesholihan.. Aamiin,, Haha.. Jangan terlalu tegang. Ditambah lagi nih, dengan materi
yang membuat mata lumayan terbelalak. Tidak ingin terpejam walau hanya sekejap.
Padahal suasananya sudah semakin larut malam. “ Khitbah, Nikah, Sah! “ Tema yang luar biasa :D
“ Kalau lagi ada
tema yang begini, rame banget ya. Sengaja kali temanya ada di malam, biar gak
pada ngantuk kali yaa.. Haha “
Candaku pada teman duduk baru. “ Iya ya, bener.. Haha “
Bener-bener gak ngantuk dah. Karena kalau ngantuk, sayang juga ngelewatin materinya.. Wkwk
Catatan demi catatan tersusun. “ Lumayan.. Buat persiapan ilmu sebelum pernikahan.. “ Eehh…
Tapi ini serius, lho. Yang namanya membangun bahtera
rumah tangga itu bagaikan berlayar di luasnya bahtera lautan. Di tengah
perjalanan, pasti ada gonjang ganjing, ada ombak yang akan selalu menerjang
kapanpun. Nah disitu pentingnya sebuah ilmu. Dalam hal apapun, termasuk
pernikahan ini. Karena itu, kenapa ada istilah “ Al’Ilmu Qablal’amal “. Pentingnya untuk memiliki ilmu sebelum
melakukan suatu perbuatan.
Ada satu hal yang terbesit pada malam itu. Pernikahan
adalah bentuk Ibadah dimana seseorang menyempurnakan separuh agamanya, dengan
memprioritaskan segalanya pada Allah Ta’alaa. Sedangkan jika itu adalah Ibadah,
maka harus ada ketenangan didalamnya. Maka jangan tergesa-gesa. Tenang
menghadapinya dan fikirkan secara matang-matang sebelum melangkah dalam zona
tersebut. Dalam jangka itu, ada waktu dimana kita mempersiapkan segalanya.
Banyak-banyak dekat dengan Allah, dan dekat dengan petunjukNya. Semuanya pasti
akan terjawab pada akadnya.. Hehe..
Malam semakin larut, tapi belum ada peserta yang terlihat
mengantuk. ( Merhatiin banget, yak.. Wkwk )
Sayangnya.. Di sela-sela materi, aku yang termasuk
menjadi anggota panitia diharapkan untuk rapat membicarakan segala teknisi
untuk acara selanjutnya. Jadi dengan agak berat hati meninggalkan posisi yang
udah senyaman mungkin. Apa boleh buat? Namanya juga amanah.
Rapat dimulai dan berakhir ketika para peserta kebanyakan
sudah tertidur pulas. Dan para anggota panitia pun diharapkan untuk segera
mengistirahatkan jiwa dan fikiran.
Belum lama mata terpejam, sudah dibangunkan oleh bunyi
alarm dari tiang sebelah. Begitupun dengan teman-teman yang lain. Spontan ku melihat
jam yang terpampang di pergelangan tangan. Dan mengajak lainnya untuk segera ke
kamar mandi. Pertarungan dimulai.
Selesai itu, Qiyamul lail berjama’ah diimami oleh Bang
Boim. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang begitu terdengar syahdu sampai
menyentuh ke relung hati yang paling dalam. Sungguh indah, maasyaAllah. Di
waktu sepertiga malam ini, ketika dingin sudah menusuk tulang, ketika embun
segar baru jatuh dari dahan, ketika daun-daun yang melambai dengan tenang,
sungguh mereka juga sedang beribadah pada Sang Maha Kuasa.
Semua makhluk sedang berlomba-lomba menyebut namaNya.
Memohon yang terbaik pada setiap do’a. Dan mulai pada saat itu, regenerasi iman
sangat dibutuhkan. Konsisten pada tahap selanjutnya sangat diharapkan. Itulah
kenapa, kita harus banyak-banyak menghadiri majlis-majlis ‘ilmu serta berteman
dengan orang-orang shalih yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan..
_ AyNote _
Komentar