Ingatan yang Masih Tersimpan

Ingatan yang Masih Tersimpan

Oleh : Azzura Ayzhie

Jeda antara malam dan rindu itu berbeda tipis ya. Ia bisa membuka dan terus mengungkit sesuatu yang pernah ada sebelumnya. Ternyata masih sama seperti dulu. Yang membedakan ada pada ruang bicara yang terlalu terikat. Masing-masing dari kita membatasi benteng itu. Bukan saling berjanji, tapi secara naluri sudah pasti.

Sedikit tenang jika ia sudah mengatakan sesuatu yang membuatku tak bisa menyembunyikan walau hanya sesenti saja dari senyuman. Ia memang selalu begitu, dan semoga saja akan selalu seperti itu. Kuncinya ada pada malam sampai pagi. Jika malam menawarkan rindu yang berbalut pertemuan, maka paginya menawarkan rindu yang berbalut perpisahan.

Jika saja bisa, aku akan membuat jarak malam ke pagi lebih panjang. Tapi aku tidak seegois itu, biarkan hati sendiri yang memilih kemana ia akan singgah. Selalu ada satu pertanyaan yang selalu menggema di sudut ruangan. Maukah kamu mendengarnya? Apakah ia juga selalu ingat saat kami bersama dalam tawa? Ternyata ia membuka kartunya tanpa sengaja.

Semua bisa terlihat secara nyata. Bukan karena aku yang selalu menganalisa, tapi semua terungkap secara tak sengaja. Terbesit dalam hati : “ Ia masih mengingatnya.. “.

Entah karena itu adalah hal yang biasa atau terlalu indah untuk di simpan dalam file memori. Tidak terlalu berlebihan, dalam hal sederhana saja aku sudah bahagia. Langit mungkin sudah terlalu bosan mendengarkan semua cerita tentangmu yang selalu ku sebut.

Tak apa, di pertemukan denganmu saja mengajarkanku bahwa ada rasa yang harus dijaga. Namun perjalanan ini terlalu singkat jika harus ku akhirkan begitu saja. Akan terus ku buat cerita tentang dia yang kusebut kamu. Akupun tak memikirkan para pembaca yang mungkin bosan dengan hal ini. Tak apa, yang penting aku tak bosan. Ini seperti memaksa ya J


_ AyNote _

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Al Aswad bin Yazid - Perawi Hadits Ahli Ibadah

InsyaaAllah bisa...

Tapi susah :(