Bisakah kau menjawab pertanyaanku?
Bisakah
kau menjawab pertanyaanku?
Oleh :
Azzura Ayzhie
Aku yang
dulu terlahir sebagai anak lugu dan polos, melihat berbagai masalah di
sekelilingku hanya sebatas acuh tak acuh dan hanya berharap masalah itu jangan
sampai menimpaku. Melihat bayi-bayi kian mengapung di kali, sungai, rawa-rawa
bahkan bisa sampai dikubur dengan anggota badan yang sudah terpotong dan dalam
posisi terpisah. Melihat orang-orang yang mati dengan cara tragis bunuh diri.
Melihat para pengemis di kalangan mereka sekian banyak masih anak-anak yang
seharusnya masa hidupnya pada saat itu ialah berada di bangku sekolah.
Dan masih
banyak hal yang tak wajar jika di ceritakan disini.
Tapi ku
yakin, kau bisa melihat dan merasakan bagaimana pedihnya melihat hal-hal
semacam itu.
Semakin bertambahnya
dewasa, pasti ada sekelumit pemikiran tentang semua hal yang sudah terjadi,
akan terjadi dan yang belum terjadi. Baru berfikir dan belum menyadari.
Berfikir kenapa hal-hal itu semua bisa terjadi?
Siapa yang
seharusnya mengurus masalah mereka? Mereka adalah rakyat kecil yang seharusnya
dilindungi, diayomi, diberi suatu kelayakan yang wajar. Bukankah saat ini kita
hidup dalam naungan sistem bernama Demokrasi? Yang bermakna “ dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat? “
Aku masih
berfikir dan membandingkan bagaimana kehidupan dulu sebelum dan setelah Islam
datang. Dulu pada zaman jahiliyyah, bayi-bayi yang baru lahir dikubur
hidup-hidup karena dianggap suatu aib. Wanita-wanita kian dilecehkan. Dan
berbagai kejahatan yang tidak masuk akal.
Lalu setelah
Islam datang, semua hal-hal tersebut tidak ada lagi. Bayi-bayi yang tak berdosa
kian terlihat senyum polosnya. Wanita-wanita dihormati dan dihargai. Anak-anak
yang mengenyam pendidikan dengan begitu semangat. Dan hal-hal yang menakjubkan
lainnya.
Lho, aku
heran. Bukankah Islam telah datang setelah Nabi Muhammad mengemban risalah
tersebut? Lalu, bukankah sudah tersebar risalah Islam bahkan sampai ke seluruh
penjuru dunia? Dan yang lebih heran lagi, bukankah Indonesia adalah Negara
mayoritas muslim?
Kemudian,
dimanakah letak kesalahannya?
Ah, kenapa
aku harus memikirkan hal-hal rumit seperti ini?
Dimana aku
bisa menemukan jawabannya?
Jawaban atas
pertanyaan “ ada apa dengan negri ini? “
Negri mayoritas
Islam bernama Indonesia.
_ AyNote _
Komentar