Untukmu
Sang Petualang Mimpi
Oleh :
Azzura Ayzhie
Berjalanlah pelan… Meski tak ada yang mengikuti, apalagi
menggenggam tangan yang penuh duri. Bahkan jika kau dianggap gila sekalipun.
Jangan hiraukan.
Rasakan saja semilir angin mengangkasa. Bayangkan kau sedang
terbang bersama kepakan burung elang, tinggi, tak terjangkau. Diiringi suara
yang menggema di setiap penjuru langit. Ya. Menjadi raja di setiap inci
wilayahnya. Tapi tidak, jangan hanya kau bayangkan, tapi wujudkan.
Jangan pernah takut
jatuh. Karena ketakutan hanyalah milik seorang pecundang yang tak punya angan
dan cita-cita. Bisa saja para pembual hanya berceloteh di balik kata tanpa ada
aksi nyata. Biarkan mereka. Mereka hanyalah sebuah batu yang hakikatnya hanya
bisa berdiam diri. Jika ada air saja yang menetas secara kontinyu, maka
permukaannya akan berlubang. Bahkan tak tersisa.
Dan mungkin, jika ego batu yang bersikap keras masih tinggi.
Pasti aku akan meminta untuk menjadi tetesan air bagi batu tersebut. Itupun
kalau perlu. Kejam kah? Padahal hanya sebuah bulir-bulir air berjatuhan yang
selalu mengajarkan prinsip konsisten.
Yakinkan. Kau saat ini berada jauh, tinggi diatas mereka.
Bukan bermaksud ingin membuat besar hati. Namun, hanya ingin melempar dan
menghempaskan kata-kata yang pernah mematahkan semangatmu, bahkan sampai
membuatmu terjatuh.
Lanjutkan saja perjalanmu ke atas langit. Terbang setinggi-tingginya.
Dan jangan pernah menoleh apalagi berhenti. Camkan itu.
Genggam tangan mereka yang selalu membuatmu tersenyum akan
kerja kerasmu selama ini. Yang selalu berada di sisimu bahkan dalam hal gentar
sekalipun. Kalau perlu, senyumlah pada para pembual itu. Patahkan senyum
mereka. Senyum yang dulu pernah meremehkanmu. Senyum yang dulu pernah tidak
menghargai usaha dan hasilmu. Kemudian, kembali wujudkan impianmu. Karena,
terlalu baik pada seorang pembual adalah kejahatan yang tersembunyi.
Bagaimana tidak? Kau masih sempat tersenyum ketika mereka
dulu pernah membuat ragamu jatuh bahkan tak tau kapan senyum itu muncul
kembali.
Mungkin, mereka tidak suka jika kita berjalan bersama,
melangkah dan berteman dalam mencapai kesuksesan bersama. Kalau begitu,
berteman saja dengan sang galaksi, sang mentari, sang sunset, sang sunrise, sang
pelangi, sang rembulan, sang bintang, dan berjuta pahlawan lainnya. Bersama mereka
yang mengikhlaskan sinarnya tanpa pamrih dan tanpa mengharapkan pengharapan.
Hanya saja, kau perlu menghargai mereka. Dengan kata lain, kau prioritaskan rasa
syukurmu pada Sang Maha Raja karena tanpa kekuatan dan ciptaan dariNya,
pancaran-pancaran sinarnya tak akan bisa menemani petualangan yang penuh nyali ini.
Bahkan, Azura selalu
menaungi langkahmu. Berjalanlah selalu dinaunganya. Jika hujan sekalipun,
jangan pernah sekali berteduh. Rasakan setiap rintikannya yang membuatmu semakin
kuat. Dan mengajarkanmu bahwa pada akhirnya mereka jatuh berkali-kali meski awalnya berada pada langit yang tinggi. Artinya kau harus harus menanamkan wujud
kerendahan dan kekuatan hati. Karena jikalau tidak, hatimu sendiri yang akan
menjatuhkanmu.
Tetaplah mengangkasa tapi jangan lupakan daratan. Karena
hukum alam masih berlaku pada mereka Sang Petualang Mimpi.
_ AyNote_
Komentar