Islamic Sains Expo
Islamic Sains Expo
Oleh :
Azzura Ayzhie
Pagi-pagi sekali, aku dan teman-teman harus
bergegas menuju Jakarta Pusat. Untuk mengikuti event yang sepertinya sangat seru dan sayang jika harus dilewatkan
begitu saja. Benar saja, ketika rombongan bus kami sudah sampai disana, kami
disambut oleh panitia-panitia yang ramah.
Bukan hanya itu, masing-masing ada pos pameran
yang didalamnya menyajikan beberapa gambaran yang berbeda. Dengan mencakup
penjelasan Ilmu Sains dan Ilmu Sejarah. Ditambah penjelasan-penjelasan dari
beberapa panitia yang bertugas. Mulai dari penjelasan tentang proses
pembentukan manusia berdasarkan Al-Qur’an, proses kejadian manusia, reseptor
rasa sakit ada pada kulit, penjelasan medis tentang manfaat dibalik Shalat
Tahajjud, batas antara dua laut, ilmu-ilmu yang berkaitan dengan astronomi,
sejarah peradaban Islam, penemu-penemu Ilmuan Muslim, ilmuan Muslimah yang
berkontribusi dalam peradaban Islam dan masih banyak lagi.
Dan selanjutnya, kami diarahkan ke dalam Gedung
Aula Utama. Sebelum acara utama dimulai, kami disuguhkan sebuah film yang
menceritakan tentang warisan-warisan peninggalan Ilmuan Muslim pada zaman
dahulu. Film yang menambah wawasan dan membuka mata dunia bahwa kebanyakan,
banyak penemuan-penemuan yang sesungguhnya dari Ilmuan Muslim malah di aku-akui
oleh orang-orang barat.
Itu adalah sebuah fakta yang miris sebenarnya.
Banyak dari kalangan kita tidak tahu yang sebenarnya. Pada masa kerajaan Islam
yang terakhir yaitu Turki Utsmaniyyah diruntuhkanlah Khilafah oleh Mustafa
Kemal At-Tatruk. Sebuah institusi penegak hukum yang merupakan kekuatan Islam
yang amat menggetarkan pihak barat.
Semenjak diruntuhkannya pada saat itu, pihak
barat sengaja membakar kitab-kitab yang ditulis sendiri oleh Ilmuan-ilmuan
Muslim. Sebelum dibakar, mereka melahap habis berbagai Ilmu-ilmu penting yang
telah ditulis. Lalu, mereka melakukan penelitian dan menganggap itu semua
adalah murni dari hasil pemikiran mereka, dan mengatakan kepada dunia bahwa
hasil-hasil penemuan ini, pihak baratlah yang pertama mencetuskannya.
Begitulah, ketika kejayaan Islam runtuh, ummat
pada saat itu tidak mempunyai perisai yang kuat. Bahkan para ulama yang hanif
pada saat itu ada yang disiksa, bahkan sampai dibunuh. Tapi tidak semua, Allah
masih menyelamatkan sebagian ulama yang hanif dengan cara berhasil
menyelamatkan diri. Lolos melarikan diri ketempat yang aman dari siksaan kafir
barat.
Sayangnya, aku pun jarang mendengar kisah seperti
ini yang seharusnya pada tingkat Sekolah Dasar sudah diajarkan. Apalagi Sekolah
Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah keAtas. Kenapa? Bukanya tidak ada. Tapi
ya tadi, kurikulum-kurikulum yang murni benar-benar berasal dari Islam sudah
dihapuskan sejak zaman dahulu. Oleh karena itu, kita bahkan merasa asing atau
tidak pernah mendengar sama sekali tentang Masa Kejayaan Khilafah.
Kafir barat sengaja menghapuskan itu semua karena
rasa kebencian mereka terhadap Islam sangatlah besar. Ketakutan mereka yang
teramat sangat akan muncul jika saja Khilafah itu akan tegak kembali.
Wallahu A’lam..
_ AyNote_
Komentar