Inspiratif

Inspiratif

Oleh : Azzura Ayzhie

  ( Diambil dari Kisah Nyata )
* Tulisan itu.. Berhasil membuatku kagum serta tersenyum sendiri.. *
.
.
.
 Alkisah, di dalam ruangan kelas. Berkumpullah santri-santri yang sedang menuntut ilmu. Ku amati satu persatu raut wajah mereka. Ada yang terlihat serius belajar, ada yang terlihat masih asyik dengan dunianya sendiri. Bahkan ada yang terlihat lelah dan bahkan bisa sampai tertidur dikelas.. :)

“Aku tak pernah membayangkan, bagaimana bisa aku berdiri disini. Dengan pejuang-pejuang kecilku yang luar biasa. Bagaimana tidak ? Di usianya yang baru menginjak Sekolah Dasar, mereka mau untuk menghafal Qur’an, mau belajar Ilmu-ilmu Agama, mau belajar mandiri, dan mau berpisah dengan orang tua. Sementara di luar sana, anak-anak dengan se-usia mereka. Terkadang masih suka main-main, masih merengek pada orang tua, bahkan terkena pergaulan-pergaulan yang tidak di inginkan. Bayangkan, bagaimana nasib tonggak peradaban bangsa, jika para penerus generasinya saja masih seperti itu? Miris memang.”

Fikiranku pun mulai berbicara sendiri dalam batin.

Itulah mengapa, sebagian orang tua yang merasa khawatir dengan pergaulan anak-anak mereka, dititipkan di sini. Yang biasa di sebut-sebut dengan Penjara Suci. Hmm.. Setidaknya, para orang tua sadar dan waspada akan era global yang kian hari makin berkembang pesat.

Tak lama.. Sebagian dari mereka mengeluh : "Capek nulis banyak-banyak, ngantuk. Pengen tidur dan lain-lain." Ya.. Itu adalah hal yang wajar bukan? Kita pun pernah "sama" seperti mereka.. Aku hanya perlu memahami perasaan mereka.. :)

Aku tersenyum sambil mendengar setiap keluhan mereka.. Nikmati saja..

Kemudian terlintas di benak. Perkataan Imam Syafi'i. Aku pun berindisiatif untuk memberikan sejenak "peniup ruh" kepada mereka. Sambil rehat sejenak, mereka bersedia mendengarkan seraya melanjutkan menulisnya. Akupun mulai berbicara : "Siapa yang tahu Imam Syafi'i?" Aku memberi pertanyaan kepada mereka dan masing-masing dari mereka dengan antusiasnya mengancungkan tangan ingin memberikan jawaban terbaik. Mereka memang seperti itu. Harus diberi penghargaan sekecil apapun usahanya. Karena dengan memberi walau hanya dengan “pujian”, mereka akan merasa dihargai, dan itu menjadi pemacu penyemangat mereka untuk melakukan hal yang positif di kemudian hari.

“Anaa.. Anaa.. Anaa dong.."
"Oke.. Semuanya coba jawab yaa.. Siapa beliau itu??"
Akhirnya mereka pun menceritakan hal-hal yang mereka ketahui dari Imam Syafi'i..

"Naah.. Kenapa beliau bisa secerdas itu.?” Semuapun terdiam.. Tak ada yang memberikan jawaban se-antusias tadi. Aku pun mulai memberikan jawaban :
" Selain di anugerahi kecerdasan oleh Allah, beliau juga mempunyai prinsip yang kuat yaitu : “Jika kamu tidak sanggup menahan perihnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan“ :)

 "Tidak mengapa kita lelah belajar hari ini. Agar kita tidak merasakan bagaimana perihnya kebodohan ketika kita sudah dewasa nanti.." :)

Sebagian dari mereka ada yang trdiam dan mungkin ada yang hanya mendengarkan sebagai cerita saja..

🌙Beberapa bulanpun berlalu, Ujian Kenaikan Kelas akan di mulai. Seperti biasa, para santri sudah duduk rapih dan membaca do'a belajar. Setelah itu mengerjakan soal-soal yang telah diberikan. Mereka mengerjakan dengan khas setiap masing-masing mereka.

Detik dan menit berlalu.. Bel pulang sekolah berbunyi. Menandakan berakhirnya sudah pelajaran kelas ini. Masing-masing mengumpulkan lembaran-lembaran jawaban yang telah mereka kerjakan. Berdo’a dan memberi salam.
🏻Di lain waktu, ku periksa semua lembaran jawaban..
Tiba-tiba, aku tertarik dengan tulisan seorang santri.. Di lembar pertama, ia tulis penuh semua jawaban dan pada lembar lain, ia pun menulis tulisan lain.. Kau tahu? Apa yang ia tulis ? :)

Banyak sekali motivasi-motivasi yang ia tulis. Yang pasti. Itu adalah sesuatu yang bisa membuatnya “termotivasi”. Salah satunya yang membuatku tersenyum setiap membacanya : "Ana tidak pintar,, Tapi ana punya prinsip untuk melawan perihnya kebodohan..” :)

MaasyaAllah... Entah kenapa tulisan ini membuat hati bergetar..
Di usia anak SD yang masih terbiasa bermain dengan dunianya bisa berfikir seperti itu... Entah apa yang ingin ku katakan selain rasa syukur dan tasbih pada Allah Ta'alaa... :') 💞💞

- Semoga Bermanfaat -

_ Ay Note _

Komentar

wah isinya menarik banget tuh...besok harus dibedah
Azzura Ayzhie mengatakan…
Wah jangan dibedah dulu dong. Yang lain kan masih ada jadwal bedahnya.. :p :D
PemudaHijrah mengatakan…
terharu aing bacanya masyaallah
www.tulisanshinta.site mengatakan…
Keren mb Azzura 😃

Salam kenal,
shintadwijiarti.blogspot.com
Azzura Ayzhie mengatakan…
Terima kasih yg lebih keren.. ^^

Postingan populer dari blog ini

Al Aswad bin Yazid - Perawi Hadits Ahli Ibadah

InsyaaAllah bisa...

Tapi susah :(